Thursday, January 7, 2016

Asal usul kota Indramayu

Assallammu 'allaikum wr wb..
Hallo sobat mwb'er..
Di New post kali ini saya akan share tentang Asal usul kota indramayu
Yaitu asal usul daerah saya sendiri.
Sebagi warga negara yang baik,seharusnya kita harus tau dan melestarikan budaya kita sendiri.
Dan juga menghormati nenek moyang kita yang telah susah payah membuka dan membangun daerah kita.
Iya khan sobat?
Dan yuk kita simak aja Cerita nya..
Menurut Kitab "Babad Dermayu".
Bahwa penghuni partama daerah Indramayu adalah Raden Aria Wiralodra.
Beliau berasal dari daerah Bagelen Jawa Tengah.
Putra Tumenggung Gagak Singalodra.
wira.jpg
Sejak kecil beliau punya ke inginan membangun sebuah negara untuk kelak di wariskan kepada anak-cucunya.
Dan untuk mewujudkan cita-citanya yang luhur tersebut ia gemar melatih diri dalam olah Kanuragan,tirakat dan bertapa.
Suatu masa Raden Wiralodra menjalankan tapa brata di perbukitan melaya di kaki gunung Sumbing.
Setelah melampaui tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai Wiralodra.. Apa bila engkau ingin berbahagia serta keturunanmu..
pergilah engkau ke arah matahari terbenam dan carilah sungai yang bernama Cimanuk.
Mana kala engkau telah tiba di sana berhentilah dan babad ( tebang ) lah hutan dan menetaplah”.
Dan demi melaksanakan wangsitnya,Raden Wiralodra di dampingi abdinya Ki Tinggil berangkat ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk tersebut dan konon di ceritakan memakan waktu tiga tahun.
Suatu senja sampailah mereka disebuah sungai yang amat besar.
Raden Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk,maka bermalamlah dia di situ.
Dan ketika pagi-pagi bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur mereka dan menanyakan tujuan mereka.
Raden Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuannya perjalanan mereka,namun orang tua itu berkata “Hai cucuku.. Tuan telah tersesat,sungai ini bukan Cimanuk,adapun Cimanuk telah terlewat, yaitu terletak di sebelah timur, jadi tuan balik lagi dan berjalanlah ke arah timur laut”.
Setelah barkata demikian orang tua tersebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah Ki Buyut Sidum ( Kijang Penanjung ) dari Pajajaran.
( Ki Sidum dalah seorang panakawan Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513 ).
Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari- hari mereka melihat sungai besar,Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk.
Dan tiba-tiba dia melihat kebun yang indah,namun pemilik kebun tersebut sangat congkak sampai Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya.
ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu,orang itu lenyap dan hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra.. ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara,sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur lagi,manakala engkau menjumpai seekor kijang bermata berlian,ikutilah di mana kijang itu lenyap,maka itulah sungai Cimanuk.
Apapila kelak tuan membabad hutan Cimanuk,bertapalah dan jangan tidur karena hal itu penting untuk kebahagiaan anak cucu tuan di kemudian hari”.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan kembali dan bertemulah mereka dengan seorang perempuan bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra, namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya.
Dan pertarungan pun terjadi,setelah Wiralodra mengeluarkan senjatanya ke arah Lara wana,dan gadis itupun lenyap,bersama'an dengan itu muncul-lah seekor kijang.
Lalu Wiralodra segera mengejarnya kijang tersebut yang lari kearah timur,ketika kijang itu lenyap maka tampaklah sebuah sungai besar.
Karena kelelahan Wiralodra tertidur dan bermimpi bertemu dengan Ki Sidum yang berkata, “Hai cucuku.. inilah hutan Cimanuk yang di cari,di sinilah kelak tuan bermukim.”
( Dan untuk mengenang jasa-jasa ki sidum ( kijang penanjung ) maka bunderan yang di sebelah barat dari sport center indramayu di namakan bunderan kijang ).
Setelah ada kepastian lewat mimpinya itu Wiralodra dan Ki Tinggil segera membuat gubug dan membuka ladang dan menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk.
Singkat cerita akhirnya tersiarlah ke segenap pelosok bahwa di hutan Cimanuk telah berdiri sebuah pedukuhan.
Pedukuhan Cimanuk tersebut makin hari makin banyak penghuninya.
Pendatang baru terus berdatangan,diantaranya seorang wanita cantik yang datang membawa bibit-bibitan,baik bibit padi maupun palawija dan sayur-sayuran.
Dia adalah Nyi Endang Dharma seorang wanita paripurna yang kelak bersama-sama Raden Wiralodra mengembangkan Indramayu.
Karena kemahirannya dalam ilmu kanuragan maka telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang,dia datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma,tapi semuanya tewas.
( yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”).
Melihat kejadian itu Ki Tinggil tergerak untuk melaporkannya kepada Raden Wiralodra yang saat itu sedang pulang ke Bagelen.
Karena merasa ketentraman penduduknya terusik,Raden Wiralodra pun kembali ke Cimanuk untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya dari Nyi Endang Darma.
Setelah mendengar penjelasan dari Nyi Endang Darma, Wiralodra mengakui kebenaranya, namun karena ingin menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darama,Raden Wiralodra turun untuk adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma.
Akhirnya Nyi Endang Darma kewalahan dengan serangan- serangan Wiralodra,maka Nyi Endang Darma pun meloncat terjun ke dalam sungai Cimanuk dan mengakui kekalahan nya.
Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan membangun pedukuhan,namun Nyi Endang Darma menolak dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini,maka namakan lah dukuh ini dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan,karena hamba juga ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”.
Setelah itu Nyi Endang Darma lenyap.
Pada suatu saat yang telah di tentukan,di resmikanlah pedukuhan Cimanuk tersbut,dalam sambutannya Wiralodra berkata “Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhan ini,maka pedukuhan ini kami namakan “DARMA AYU”.
Nama "Darma Ayu" atau "Derma-yu".
Di ambil dari nama Endang "Darma" yang "Ayu atau cantik.
Karena parasnya Nyi Endang Darma benar-bener jelita ( ayu ).
Dan sampai akhirnya sekarang menjadi nama "Indramayu".
Dan Indramayu juga terkenal dengan sebutan kota mangga,karena indramayu terkenal dengan penduduknya yang penghasilan mangga dan juga terkenal dengan mangganya yang manis dan harum.
Ya udah sobat mwb'er..
Itulah sekelumit legenda indramayu..
Kiranya postingan ini bermanfa'at buat anda semua.
Sekian dan terima kasih.
engejarnya kijang tersebut yang lari kearah timur,ketika kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar.Karena kelelahan Wiralodra tertidur dan bermimpi bertemu dengan Ki Sidum yang berkata, “Hai cucuku inilah huta - See more at: http://boy-lozarang.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-sejarah-kota-indramayu.html#sthash.sm4KXiXv.dpuf

asal-usul sejarah kota indramayu



Raden Aria Wiralodra,yang berasal dari daerah Bagelen Jawa Tengah,putra Tumenggung yang barnama Gagak Singalodra. Sejak kecil dia ingin membangun suatu Negara untuk diwariskan kelak kepada cucu-cucunya.
Dan untuk mewujudkan cita-citanya tersebut ia gemar melatih diri dalam olah Kanuragan,tirakat dan bertapa. Suatu masa Raden Wiralodra menjalankan tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung Sumbing, setelah melampaui masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai Wiralodara, apa bila engkau ingin berbahagia serta keturunanmu,pergilah merantau ke arah matahari terbenam dan carilah sungai Cimanuk, mana kala engkau telah tiba disana berhentilah dan tebanglah hutan belukar secukupnya untuk pedukuhan dan menetaplah di sana”. Demi melaksanakan wangsitnya,Raden Wiralodra didampingi abdinya Ki Tinggil. Berangkat ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk dan konon di ceritakan memakan waktu tiga tahun.


Suatu senja sampailah mereka disebuah sungai yang amat besar,Raden Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk,maka bermalamlah disitu dan ketika pagi-pagi bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur mereka dan menanyakan tujuan mereka.Raden Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuannya perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata “Hai cucuku, tuan telah tersesat, sungai ini bukan Cimanuk, adapun Cimanuk telah terlewat, yaitu terletak di sebelah timur, jadi tuan balik lagi dan berjalanlah kearah timur laut”. Setelah barkata demikian orang trsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah KiBuyut Sidum,Kidang Penanjung dari Pajajaran.Ki Sidum dalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513. Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari- hari mereka melihat sungai besar,Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk dan tiba- tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak sampai Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya,ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu,orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara,sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur,manakala menjumpai seekor kijang bermata berlian ikutilah dimana kijang itu lenyap,maka itulah sungai Cimanuk.Kelak tuan membabad hutan Cimanuk bertapalah jangan tidur karena hal itu penting untuk kebahagiaan anak cucu tuan di kemudian hari”.

Mereka melanjutkan perjalanan kembali bertemulah mereka dengan seorang perempuan bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya.Wiralodra mengeluarkan cakranya kearah Larawana,dan gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor kijang.Wiralodra segera mengejarnya kijang tersebut yang lari kearah timur,ketika kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar.Karena kelelahan Wiralodra tertidur dan bermimpi bertemu dengan Ki Sidum yang berkata, “Hai cucuku inilah hutan Cimanuk yang di cari, di sinilah kelak tuan bermukim.

”Setelah ada kepastian lewat mimpinya itu Wiralodra dan Ki Tinggil segera membuat gubug dan membuka ladang dan menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Akhirnya tersiarlah ke segenap pelosok bahwa di hutan Cimanuk telah berdiri sebuah pedukuhan.Pedukuhan Cimanuk tersebut makin hari makin banyak penghuninya.Pendatang terus berdatangan,diantara nya seorang wanita cantik yang datang membawa bibit-bibitan, baik bibit padi maupun palawija dan sayur-sayuran. Dia adalah Nyi Endang Dharma seorang wanita paripurna yang kelak bersama-sama Raden Wiralodra mengembangkan Indramayu.Karena kemahirannya dalam ilmu kanuragan maka telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang,dia datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma,semua tewas, yang selanjutnya dikuburkan yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.

Melihat kejadian itu Ki Tinggil tergerak untuk melaporkannya kepada Raden Wiralodra yang saat itu sedang pulang ke Bagelen.Karena merasa ketentraman penduduknya terusik Raden Wiralodra pun kembali ke Cimanuk untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya dari Nyi Endang Darma.Setelah mendengar penjelasan dari Nyi Endang Darma, Wiralodra mengakui kebenaranya, namun karena ingin menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darama,Raden Wiralodra turun untuk adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma.Akhirnya Nyi Endang Darma kewalahan dengan serangan- serangan Wiralodra maka Nyi Endang Darma pun meloncat terjun ke dalam sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya.Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakan lah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan,karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”. Pada suatu saat yang telah ditentukan diresmikanlah pedukuhan Cimanuk tersbut, dalam sambutannya Wiralodra berkata “Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhan ini maka pedukuhan ini kami namakan “DARMA AYU” yang sekarang bernama indramayu,..

- See more at: http://boy-lozarang.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-sejarah-kota-indramayu.html#sthash.sm4KXiXv.dpuf

asal-usul sejarah kota indramayu



Raden Aria Wiralodra,yang berasal dari daerah Bagelen Jawa Tengah,putra Tumenggung yang barnama Gagak Singalodra. Sejak kecil dia ingin membangun suatu Negara untuk diwariskan kelak kepada cucu-cucunya.
Dan untuk mewujudkan cita-citanya tersebut ia gemar melatih diri dalam olah Kanuragan,tirakat dan bertapa. Suatu masa Raden Wiralodra menjalankan tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung Sumbing, setelah melampaui masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai Wiralodara, apa bila engkau ingin berbahagia serta keturunanmu,pergilah merantau ke arah matahari terbenam dan carilah sungai Cimanuk, mana kala engkau telah tiba disana berhentilah dan tebanglah hutan belukar secukupnya untuk pedukuhan dan menetaplah di sana”. Demi melaksanakan wangsitnya,Raden Wiralodra didampingi abdinya Ki Tinggil. Berangkat ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk dan konon di ceritakan memakan waktu tiga tahun.


Suatu senja sampailah mereka disebuah sungai yang amat besar,Raden Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk,maka bermalamlah disitu dan ketika pagi-pagi bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur mereka dan menanyakan tujuan mereka.Raden Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuannya perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata “Hai cucuku, tuan telah tersesat, sungai ini bukan Cimanuk, adapun Cimanuk telah terlewat, yaitu terletak di sebelah timur, jadi tuan balik lagi dan berjalanlah kearah timur laut”. Setelah barkata demikian orang trsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah KiBuyut Sidum,Kidang Penanjung dari Pajajaran.Ki Sidum dalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513. Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari- hari mereka melihat sungai besar,Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk dan tiba- tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak sampai Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya,ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu,orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara,sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur,manakala menjumpai seekor kijang bermata berlian ikutilah dimana kijang itu lenyap,maka itulah sungai Cimanuk.Kelak tuan membabad hutan Cimanuk bertapalah jangan tidur karena hal itu penting untuk kebahagiaan anak cucu tuan di kemudian hari”.

Mereka melanjutkan perjalanan kembali bertemulah mereka dengan seorang perempuan bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya.Wiralodra mengeluarkan cakranya kearah Larawana,dan gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor kijang.Wiralodra segera mengejarnya kijang tersebut yang lari kearah timur,ketika kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar.Karena kelelahan Wiralodra tertidur dan bermimpi bertemu dengan Ki Sidum yang berkata, “Hai cucuku inilah hutan Cimanuk yang di cari, di sinilah kelak tuan bermukim.

”Setelah ada kepastian lewat mimpinya itu Wiralodra dan Ki Tinggil segera membuat gubug dan membuka ladang dan menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Akhirnya tersiarlah ke segenap pelosok bahwa di hutan Cimanuk telah berdiri sebuah pedukuhan.Pedukuhan Cimanuk tersebut makin hari makin banyak penghuninya.Pendatang terus berdatangan,diantara nya seorang wanita cantik yang datang membawa bibit-bibitan, baik bibit padi maupun palawija dan sayur-sayuran. Dia adalah Nyi Endang Dharma seorang wanita paripurna yang kelak bersama-sama Raden Wiralodra mengembangkan Indramayu.Karena kemahirannya dalam ilmu kanuragan maka telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang,dia datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma,semua tewas, yang selanjutnya dikuburkan yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.

Melihat kejadian itu Ki Tinggil tergerak untuk melaporkannya kepada Raden Wiralodra yang saat itu sedang pulang ke Bagelen.Karena merasa ketentraman penduduknya terusik Raden Wiralodra pun kembali ke Cimanuk untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya dari Nyi Endang Darma.Setelah mendengar penjelasan dari Nyi Endang Darma, Wiralodra mengakui kebenaranya, namun karena ingin menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darama,Raden Wiralodra turun untuk adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma.Akhirnya Nyi Endang Darma kewalahan dengan serangan- serangan Wiralodra maka Nyi Endang Darma pun meloncat terjun ke dalam sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya.Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakan lah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan,karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”. Pada suatu saat yang telah ditentukan diresmikanlah pedukuhan Cimanuk tersbut, dalam sambutannya Wiralodra berkata “Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhan ini maka pedukuhan ini kami namakan “DARMA AYU” yang sekarang bernama indramayu,..

- See more at: http://boy-lozarang.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-sejarah-kota-indramayu.html#sthash.sm4KXiXv.dpuf

asal-usul sejarah kota indramayu



Raden Aria Wiralodra,yang berasal dari daerah Bagelen Jawa Tengah,putra Tumenggung yang barnama Gagak Singalodra. Sejak kecil dia ingin membangun suatu Negara untuk diwariskan kelak kepada cucu-cucunya.
Dan untuk mewujudkan cita-citanya tersebut ia gemar melatih diri dalam olah Kanuragan,tirakat dan bertapa. Suatu masa Raden Wiralodra menjalankan tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung Sumbing, setelah melampaui masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai Wiralodara, apa bila engkau ingin berbahagia serta keturunanmu,pergilah merantau ke arah matahari terbenam dan carilah sungai Cimanuk, mana kala engkau telah tiba disana berhentilah dan tebanglah hutan belukar secukupnya untuk pedukuhan dan menetaplah di sana”. Demi melaksanakan wangsitnya,Raden Wiralodra didampingi abdinya Ki Tinggil. Berangkat ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk dan konon di ceritakan memakan waktu tiga tahun.


Suatu senja sampailah mereka disebuah sungai yang amat besar,Raden Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk,maka bermalamlah disitu dan ketika pagi-pagi bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur mereka dan menanyakan tujuan mereka.Raden Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuannya perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata “Hai cucuku, tuan telah tersesat, sungai ini bukan Cimanuk, adapun Cimanuk telah terlewat, yaitu terletak di sebelah timur, jadi tuan balik lagi dan berjalanlah kearah timur laut”. Setelah barkata demikian orang trsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah KiBuyut Sidum,Kidang Penanjung dari Pajajaran.Ki Sidum dalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513. Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari- hari mereka melihat sungai besar,Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk dan tiba- tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak sampai Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya,ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu,orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara,sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur,manakala menjumpai seekor kijang bermata berlian ikutilah dimana kijang itu lenyap,maka itulah sungai Cimanuk.Kelak tuan membabad hutan Cimanuk bertapalah jangan tidur karena hal itu penting untuk kebahagiaan anak cucu tuan di kemudian hari”.

Mereka melanjutkan perjalanan kembali bertemulah mereka dengan seorang perempuan bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya.Wiralodra mengeluarkan cakranya kearah Larawana,dan gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor kijang.Wiralodra segera mengejarnya kijang tersebut yang lari kearah timur,ketika kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar.Karena kelelahan Wiralodra tertidur dan bermimpi bertemu dengan Ki Sidum yang berkata, “Hai cucuku inilah hutan Cimanuk yang di cari, di sinilah kelak tuan bermukim.

”Setelah ada kepastian lewat mimpinya itu Wiralodra dan Ki Tinggil segera membuat gubug dan membuka ladang dan menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Akhirnya tersiarlah ke segenap pelosok bahwa di hutan Cimanuk telah berdiri sebuah pedukuhan.Pedukuhan Cimanuk tersebut makin hari makin banyak penghuninya.Pendatang terus berdatangan,diantara nya seorang wanita cantik yang datang membawa bibit-bibitan, baik bibit padi maupun palawija dan sayur-sayuran. Dia adalah Nyi Endang Dharma seorang wanita paripurna yang kelak bersama-sama Raden Wiralodra mengembangkan Indramayu.Karena kemahirannya dalam ilmu kanuragan maka telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang,dia datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma,semua tewas, yang selanjutnya dikuburkan yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.

Melihat kejadian itu Ki Tinggil tergerak untuk melaporkannya kepada Raden Wiralodra yang saat itu sedang pulang ke Bagelen.Karena merasa ketentraman penduduknya terusik Raden Wiralodra pun kembali ke Cimanuk untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya dari Nyi Endang Darma.Setelah mendengar penjelasan dari Nyi Endang Darma, Wiralodra mengakui kebenaranya, namun karena ingin menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darama,Raden Wiralodra turun untuk adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma.Akhirnya Nyi Endang Darma kewalahan dengan serangan- serangan Wiralodra maka Nyi Endang Darma pun meloncat terjun ke dalam sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya.Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakan lah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan,karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”. Pada suatu saat yang telah ditentukan diresmikanlah pedukuhan Cimanuk tersbut, dalam sambutannya Wiralodra berkata “Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhan ini maka pedukuhan ini kami namakan “DARMA AYU” yang sekarang bernama indramayu,..

- See more at: http://boy-lozarang.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-sejarah-kota-indramayu.html#sthash.sm4KXiXv.dpuf

asal-usul sejarah kota indramayu



Raden Aria Wiralodra,yang berasal dari daerah Bagelen Jawa Tengah,putra Tumenggung yang barnama Gagak Singalodra. Sejak kecil dia ingin membangun suatu Negara untuk diwariskan kelak kepada cucu-cucunya.
Dan untuk mewujudkan cita-citanya tersebut ia gemar melatih diri dalam olah Kanuragan,tirakat dan bertapa. Suatu masa Raden Wiralodra menjalankan tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung Sumbing, setelah melampaui masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai Wiralodara, apa bila engkau ingin berbahagia serta keturunanmu,pergilah merantau ke arah matahari terbenam dan carilah sungai Cimanuk, mana kala engkau telah tiba disana berhentilah dan tebanglah hutan belukar secukupnya untuk pedukuhan dan menetaplah di sana”. Demi melaksanakan wangsitnya,Raden Wiralodra didampingi abdinya Ki Tinggil. Berangkat ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk dan konon di ceritakan memakan waktu tiga tahun.


Suatu senja sampailah mereka disebuah sungai yang amat besar,Raden Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk,maka bermalamlah disitu dan ketika pagi-pagi bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur mereka dan menanyakan tujuan mereka.Raden Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuannya perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata “Hai cucuku, tuan telah tersesat, sungai ini bukan Cimanuk, adapun Cimanuk telah terlewat, yaitu terletak di sebelah timur, jadi tuan balik lagi dan berjalanlah kearah timur laut”. Setelah barkata demikian orang trsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah KiBuyut Sidum,Kidang Penanjung dari Pajajaran.Ki Sidum dalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513. Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari- hari mereka melihat sungai besar,Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk dan tiba- tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak sampai Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya,ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu,orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara,sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur,manakala menjumpai seekor kijang bermata berlian ikutilah dimana kijang itu lenyap,maka itulah sungai Cimanuk.Kelak tuan membabad hutan Cimanuk bertapalah jangan tidur karena hal itu penting untuk kebahagiaan anak cucu tuan di kemudian hari”.

Mereka melanjutkan perjalanan kembali bertemulah mereka dengan seorang perempuan bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya.Wiralodra mengeluarkan cakranya kearah Larawana,dan gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor kijang.Wiralodra segera mengejarnya kijang tersebut yang lari kearah timur,ketika kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar.Karena kelelahan Wiralodra tertidur dan bermimpi bertemu dengan Ki Sidum yang berkata, “Hai cucuku inilah hutan Cimanuk yang di cari, di sinilah kelak tuan bermukim.

”Setelah ada kepastian lewat mimpinya itu Wiralodra dan Ki Tinggil segera membuat gubug dan membuka ladang dan menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Akhirnya tersiarlah ke segenap pelosok bahwa di hutan Cimanuk telah berdiri sebuah pedukuhan.Pedukuhan Cimanuk tersebut makin hari makin banyak penghuninya.Pendatang terus berdatangan,diantara nya seorang wanita cantik yang datang membawa bibit-bibitan, baik bibit padi maupun palawija dan sayur-sayuran. Dia adalah Nyi Endang Dharma seorang wanita paripurna yang kelak bersama-sama Raden Wiralodra mengembangkan Indramayu.Karena kemahirannya dalam ilmu kanuragan maka telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang,dia datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma,semua tewas, yang selanjutnya dikuburkan yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.

Melihat kejadian itu Ki Tinggil tergerak untuk melaporkannya kepada Raden Wiralodra yang saat itu sedang pulang ke Bagelen.Karena merasa ketentraman penduduknya terusik Raden Wiralodra pun kembali ke Cimanuk untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya dari Nyi Endang Darma.Setelah mendengar penjelasan dari Nyi Endang Darma, Wiralodra mengakui kebenaranya, namun karena ingin menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darama,Raden Wiralodra turun untuk adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma.Akhirnya Nyi Endang Darma kewalahan dengan serangan- serangan Wiralodra maka Nyi Endang Darma pun meloncat terjun ke dalam sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya.Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakan lah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan,karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”. Pada suatu saat yang telah ditentukan diresmikanlah pedukuhan Cimanuk tersbut, dalam sambutannya Wiralodra berkata “Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhan ini maka pedukuhan ini kami namakan “DARMA AYU” yang sekarang bernama indramayu,..

- See more at: http://boy-lozarang.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-sejarah-kota-indramayu.html#sthash.sm4KXiXv.dpuf

Tempat-tempat Terindah di Dunia

1. Pamukkale's Travertine Pools, Turki

Pamukkale Travertine Pools
Salah satu panorama paling unik di dunia adalah, tidak diragukan lagi, adalah kolam Travertine di Pamukkale, Turki. Travertine sendiri adalah sejenis batu kapur yang banyak ditemukan di kolam air panas dari berbagai belahan dunia. Dahulu kala Pamukkale cukup terkenal sebagai kota Yunani dengan nama Hierapolis.
Dahulunya tempat ini juga cukup terkenal di mata dunia. Hotel-hotel mulai dibangun di sekitar reruntuhan Hierapolis, turis dan penduduk lokal datang untuk menikmati bagaimana rasanya berendam di kolam air panas Travertine namun sayangnya semua itu akhirnya membuat tempat ini mengalami kerusakan tersendiri. Hingga akhirnya tempat ini kemudian dideklarasi sebagai warisan dunia dan hotel-hotel mulai dihilangkan untuk menjaga salah satu tempat terindah di dunia ini.

2. Cappadocia, Turki

Balon air udara di Cappadocia Turki
Merupakan wilayah bersejarah di pusat Anatolia, Turki, tempat ini terkenal akan penampakannya yang menyerupai bulan sabit, gabungan kota bawah tanah dan goa perkotaan. Dideskripsikan sebagai tempat paling menakjubkan secara visual di Turki, visual yang dimaksudkan itu paling bagus dilihat dari langit. Di sinilah dimana Cappadocia sangat terkenal, mereka menawarkan layanan balon udara panas dan balon-balon udara ini juga menambahkan keindahan tersendiri ke panorama Cappadocia.

3. Waitomo Glow Worm Cave, Selandia Baru

Indahnya Waitomo Glowworm Cave
Berbeda sedikit dari namanya, glowworm sebenarnya adalah sejenis serangga bukan cacing yang dapat bercahaya dalam kegelapan. Jika biasanya Anda melihat bintang-bintang di langit dari kejauhan maka di Gua Glow Worm, Anda dapat menikmatinya lebih dekat. Merupakan sebuah tempat yang cukup popular karena populasi glowwom-nya yang sangat banyak dan populasi glowworm ini hanya dapat ditemukan di Selandia Baru. Sebagai tambahan dari pemandangan menakjubkan menyerupai bintang-bintang di langit, di kedalaman Gua Glow Worm juga dapat ditemukan formasi batu kapur (limestone) yang tidak kalah menakjubkannya.

4. Chapada Diamantina, Brazil

Chapad Diamantina atau Blue Well di Brazil
Jika Anda merencanakan liburan ke Brazil dan maka pastikan Anda tidak melupakan Taman Nasional Chapada Diamantina di Bahia, Brazil. Semua yang ada di taman nasional ini menakjubkan namun yang paling menakjubkan adalah Sumur Biru atau Poco Encantado. Walaupun namanya adalah sumur biru, namun sebenarnya ia bukan sumur melainkan sebuah kolam raksasa yang terletak di dalam gua dengan air yang sangat jernih. Di dalam kolam tersebut Anda akan dapat melihat secara langsung berbagai hal menakjubkan dimulai dari keindahan hingga hal-hal sepertu tulang-tulang hewan prasejarah.
Airnya sangatlah transparan dan Anda bisa langsung melihat bebatuan di kedalaman air dan para wisatawan diperbolehkan menikmati semua keindahan itu secara lansung alias berenang di dalamnya.

5. Blagaj, Bosnia-Herzegovina

Blagaj Tekke di Bosnia dan Herzegovina
Blagaj adalah sebuah kota kecil di Bosnia-Herzegovina dan kota ini adalah tempat dimana berbaurnya nuansa perkotaan dengan nuansa perdesaan. Terletak di dekat sungai Buna, kota ini memiliki sebuah bangunan arsitektural seperti biara Muslim yang dikenal dengan nama Blagaj Tekke atau Vrelo Bune. Jika Bjagal sudah terkenal akan keharmonisan alamnya maka rumah Darwis di sungai Buna, Blagaj Tekke adalah apa yang dapat disebut sebagai salah satu tempat terindah yang ada di dunia.

6. Pulau Lord Howe, Australia

Pulau Lord How di Australia
Tercipta akibat aktivitas gunung berapi, pulau alami ini adalah lokasi ideal bagi para wisatawan yang hobi memancing, snorkeling, scuba diving, surfing, bersepeda, atau hanya ingin sekedar menikmati salah satu pulau terindah di dunia. Setiap tahunnya hanya ada 400 turis yang diperbolehkan mengunjungi pulau ini. Tujuan dari batasan ini adalah untuk menjaga keindahan alam yang ada di pulau Howe dan hal itu terbukti sangat berhasil, tapi mungkin itu jugalah sebabnya mengapa pulau Lord Howe tersembunyi dari mata dunia dan tidak seterkenal pulau-pulau indah lainnya seperti Maldives contohnya.

7. Zhangye Danxia, Cina

Warna warninya gunung pelangi di Zhangye Danxia Cina
Taman Geologis Zhangye Danxia di Barat Daya Cina memiliki berbagai hal yang membuatnya benar-benar berbeda dibandingkan tempat-tempat popular lainnya di dunia. Salah satu hal yang paling membuatnya berbeda dan cukup terkenal adalah gunung pelanginya. Gunung warna warni menyerupai pelangi ini terbentuk dari kombinasi berbagai mineral selama 24 juta tahun dan setiap warnanya berisikan atas mineral yang berbeda.
Baru-baru inilah gunung pelangi dan beberapa panorama di Zhangye Danxia lainnya masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO, membuatnya menjadi perhatian dari berbagai turis asing di dunia.

8. Gunung Ai-Petri, Crimea, Ukraina

Pemandangan di atas gunung ai petri
Tempat-tempat terindah lainnya di sini memberikan nuansa yang tenang atau damai maka bagi Anda para jiwa petualang, Gunung Ai-Petry mungkin adalah tujuan terbaik Anda. Merupakan tempat paling berangin di Crimea yang kecepatan anginnya saja dapat mencapai 50 m/s dan angin ini terus bertiup selama 125 hari setiap tahun. Terletak di atas kota Alupka ada kereta gantung yang dapat membawa Anda ke Gunung Ai-Petri.
Walaupun tempat ini tidak begitu dikenal namun mereka yang mengenal dan pernah mengunjungi tempat indah ini akan menyadari betapa luar biasanya tempat ini dan mengapa tempat ini sering disebut-sebut sebagai keajaiban dunia yang tersembunyi. Dari puncaknya Anda akan dapat melihat keseluruhan panorama, perkotaan, hingga ke tepi pantai Crimea dan untuk mendapatkan hal inilah wisatawan-wisatawan akan mengunjungi Ai-Petri setiap tahun. Di atas gunung ini juga ada bazzar, toko souvenir, hiburan berkuda, foto dengan panda, dan seterusnya namun jika Anda ingin mendapatkan pengalaman optimal kunjungai puncak gunung di malam hari.

9. Salar de Uyuni, Bolivia

Salar de Uyuni di Bolivia
Dideskripsikan sebagai 'kaca' terbesar di dunia, Salar de Uyuni di Barat Daya Bolivia adalah dataran garam paling besar yang ada di dunia. Pada awalnya dataran Salar de Uyuni adalah sebuah danau prasejarah yang kemudian mengering sepanjang ribuan tahun menyisakan kekayaan garamnya.
Keberadaan Salar de Uyuni sendiri cukup popular namun belum dikenal secara luas sebagai tujuan wisata sebagaimana keajaiban-keajaiban dunia indah lainnya. Hal ini karena pemandangan indah kaca dunia hanya akan dapat terlihat pada musim hujan dimana dataran garam yang sangat luas akan diselimuti genangan air yang membuatnya merefleksikan matahari, langit, awan, flamingo, dan apapun yang ada di atasnya.

10. Quinta da Regaleira, Portugal

Quinta da Regaleira di Portugal
Portugal memang sudah terkenal sebuah negara yang memiliki arsitektur luar biasa tapi apabila Anda ingin mendapatkan pengalaman paling menakjubkan di Portugal maka pastikan Anda mengunjungi sebuah tempat yang dikenal sebagai Quinta da Regaieira. Adalah sebuah bangunan menakjubkan menyerupai kastil yang terletak di dekat pusat sejarah Sintra, Portugal. Walaupun tempat ini diklasifikasikan sebagai Warisan Dunia UNESCO, tempat ini sendiri masih dapat dikatakan tersembunyi karena belum dikenal secara luas sebagaimana tujuan-tujuan wisata popular dunia lainnya.
Selain berisikan taman, danau, air mancur, gua, dan gereja, di dalam Quinta da Regaileira ada sebuah tempat yang dikenal dengan nama The Labyrinthic Grotto atau Gruta do Labirinto, yakni sebuah sumur misterius yang dipercaya dapat mengabulkan permintaan. Sumur sedalam 27 meter ini menyerupai sebuah menara dan dideskripsikan sebagai sebuah "tempat misterius nan mistis namun menyerupai kastil impian setiap orang."

puisi untuk ibu yang telah tiada

tubuhmu teruntai lemas
mulutmu membisu 
matamu tak lagi mampu melihatku 
nafasmu pun terhenti serentak dengan detak jantungmu 

ibu....... 
aku tahu kini kau tlah pergi meninggalkanku 
jauh ke alam yang belum pernah aku datangi 
aku sadar kini kau tlah pergi karena sakit yang selama ini kau alami 

ibu....... 
bisikmu kini tak pernah lagi ku dengar 
jeritan sakit itupun kini kau acuhkan 
sepertinya kau tertidur karena beban yang kau derita 

ibu bangunlah,,,,, 
rintihku merayu padamu 
jangan kau tinggalkan aku dalam usia seperti ini 
bangunlah ibu 
bangun dan peluk aku seperti waktu itu 
aku masih belum bisa menciptakan senyum bajahia di bibir manismu 

ibu tertidur sangat pulas hingga tak mendengarkan suaraku 
bukankah kau bilang akan sembuh dan akan menemani aku 
bangunlah ibu.... 
tak terasa air mata mengalir deras di pipi dan bajumu saat ku ulangi kata itu 
bangunlah ibu.... 
tubuhku sudah mulai melemas tapi kau tetap saja tak hiraukanku 

kini aku tau.. 
kau pergi bersama malaikat yang menjemputmu 
kau pergi dengan segala beban yang pikul di bahumu 
maafkan aku ibu 
hanya untaian kata Laa ilaha iLLaLLah Muhammadur Rasulullah yang dapat aku hadiahkan padamu

ohh ibu.... 
pulanglah dengan tenang 
semua kasih sayangmu akan aku kenang 
hingga nanti Tuhan akan mempertemukan kita lagi 
tenanglah di alam yang kau diami kini 
aku menyayangimu,,,,,, ibu......


tubuhmu teruntai lemas mulutmu membisu matamu tak lagi mampu melihatku nafasmu pun terhenti serentak dengan detak jantungmu

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
tubuhmu teruntai lemas mulutmu membisu matamu tak lagi mampu melihatku nafasmu pun terhenti serentak dengan detak jantungmu ibu....... aku tahu kini kau tlah pergi meninggalkanku jauh ke alam yang belum pernah aku datangi aku sadar kini kau tlah pergi karena sakit yang selama ini kau alami ibu....... bisikmu kini tak pernah lagi ku dengar jeritan sakit itupun kini kau acuhkan sepertinya kau tertidur karena beban yang kau derita ibu bangunlah,,,,, rintihku merayu padamu jangan kau tinggalkan aku dalam usia seperti ini bangunlah ibu bangun dan peluk aku seperti waktu itu aku masih belum bisa menciptakan senyum bajahia di bibir manismu arhhhhh.... ibu tertidur sangat pulas hingga tak mendengarkan suaraku bukankah kau bilang akan sembuh dan akan menemani aku meminta tulang rusukku dan akan menggendong cucumu dariku tapi mengapa kini diam seperti tak menghiraukanku bangunlah ibu.... tak terasa air mata mengalir deras di pipi dan bajumu saat ku ulangi kata itu bangunlah ibu.... tubuhku sudah mulai melemas tapi kau tetap saja tak hiraukanku kini aku tau.. kau pergi bersama malaikat yang menjemputmu kau pergi dengan segala beban yang pikul di bahumu maafkan aku ibu hanya untaian kata Laa ilaha iLLaLLah Muhammadur Rasulullah yang dapat aku hadiahkan padamu ohh ibu.... pulanglah dengan tenang semua kasih sayangmu akan aku kenang hingga nanti Tuhan akan mempertemukan kita lagi tenanglah di alam yang kau diami kini aku menyayangimu,,,,,, ibu......

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
tubuhmu teruntai lemas mulutmu membisu matamu tak lagi mampu melihatku nafasmu pun terhenti serentak dengan detak jantungmu ibu....... aku tahu kini kau tlah pergi meninggalkanku jauh ke alam yang belum pernah aku datangi aku sadar kini kau tlah pergi karena sakit yang selama ini kau alami ibu....... bisikmu kini tak pernah lagi ku dengar jeritan sakit itupun kini kau acuhkan sepertinya kau tertidur karena beban yang kau derita ibu bangunlah,,,,, rintihku merayu padamu jangan kau tinggalkan aku dalam usia seperti ini bangunlah ibu bangun dan peluk aku seperti waktu itu aku masih belum bisa menciptakan senyum bajahia di bibir manismu arhhhhh.... ibu tertidur sangat pulas hingga tak mendengarkan suaraku bukankah kau bilang akan sembuh dan akan menemani aku meminta tulang rusukku dan akan menggendong cucumu dariku tapi mengapa kini diam seperti tak menghiraukanku bangunlah ibu.... tak terasa air mata mengalir deras di pipi dan bajumu saat ku ulangi kata itu bangunlah ibu.... tubuhku sudah mulai melemas tapi kau tetap saja tak hiraukanku kini aku tau.. kau pergi bersama malaikat yang menjemputmu kau pergi dengan segala beban yang pikul di bahumu maafkan aku ibu hanya untaian kata Laa ilaha iLLaLLah Muhammadur Rasulullah yang dapat aku hadiahkan padamu ohh ibu.... pulanglah dengan tenang semua kasih sayangmu akan aku kenang hingga nanti Tuhan akan mempertemukan kita lagi tenanglah di alam yang kau diami kini aku menyayangimu,,,,,, ibu......

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Wednesday, November 18, 2015

Pendalaman Film Ayat-ayat Cinta





Judul Film        :  Ayat-ayat Cinta
Sutrada            :  Hanung Bramantyo
Produser          :  Dhamoo Punjabi & Manoj Punjabi
Skenario          :  Retna Ginatri S. Noor & Salman Aristo
Pemeran           :  Fedi Nuril
                           Rianti Cartwright
                           Carissa Putri
                           Zaskia Adya Mecca
                           Melanie Putri
Music               :  Melly Goeslow
                           Anto Hoed
                           Rossa
Distributor       :  MD Pictures
Tanggal rilis     :  28 Febuari 2008
Durasi              :  120 menit
Lokasi syuting :  Kairo Mesir


Sinopsis
Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusias kecuali satu: menikah.
Fahri adalah laki-laki taat yang begitu lurus. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan makhluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.
Pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al-Qur’an, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang, cinta Maria hanya tercurah dalam diari saja.
Lalu ada Nurul. Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.
Setelah itu ada Noura, juga tetangga yang selalu disiksa Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.
Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Karakter
a.               a.   Fahri bin Abdullah Shiddiq

Mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi S2-nya di Universitas tertua di dunia, Al-Azhar. Seorang pemuda bersahaja yang memegang teguh prinsip hidup dan kehormatannya. Cerdas dan simpatik hingga membuat beberapa gadis jatuh hati. Dihadapkan pada kejutan-kejutan menarik atas pilihan hatinya. Peran Fahri dalam film ini dimainkan oleh Fedi Nuril.

b.      Aisha Greimas

Mahasiswi asing bercadar keturunan Jerman dan Turki, cerdas, cantik dan kaya raya. Latar belakang keluarganya yang berliku mempertemukan dirinya dengan Fahri. Dalam film ini, Aisha diperankan oleh Rianti Cartwright.

c.       Maria Girgis

Gadis Kristen Koptik yang jatuh cinta pada Islam. Ia sangat mencintai Fahri, namun cintanya hanya diungkapkannya lewat diarinya yang selanjutnya membuat dia menderita karena cinta itu. Tokoh Maria diperan kan oleh Carissa Puteri.

d.      Noura Bahadur

Siksa telah menjadi bagian dalam hidupnya. Janin yang dikandungnya menjadikannya terobsesi pada Fahri untuk menjadi ayah dari calon bayinya. Zaskia Adya Mecca memerankan tokoh Noura dalam film ini.

e.       Nurul Azkiya binti Ja'far Abdur Razaq

Anak kyai besar di Jawa Timur. Dengan aura yang menenangkan, kecerdasan dan kualitasnya menyatukan segala kelebihannya, dia sangat percaya diri untuk meminang Fahri sebagai suaminya. Peran ini dimainkan oleh Melanie Putria.


Kelebihan dan kekurangan dari film Ayat-ayat Cinta

Film ini diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa Kang Abik, novelis lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Novel tersebut berkisah tentang cinta dan telah banyak menginspirasi banyak remaja muslim. Bukan sekedar kisah cinta biasa tapi mengenai upaya menghadapi berbagai problema cinta secara Islami. Dan kita juga dapat mengambil pelajaran tentang kisah percintaan yang sesuai dengan ketentuan islam yang baik dan benar. Sebuah karya memang tidak dipungkiri selalu ada kekurangan dan kelebihan.
Kekurangannya dalam film ini, cerita yang diangkat awalnya membingungkan karena konflik ringan terjadi begitu cepat di awal masa perkuliahan Fachri di Kairo Mesir,  sedangkan sosok seorang Fahri adalah pemuda sholeh yang pintar, cerdas dan agamanya kuat. Sedangkan kelebihannya yaitu pedoman dalam ajaran Islam dalam film Ayat-ayat Cinta ini dikedepankan dengan tidak boleh berpacaran dalam Islam, yang ada hanya ta’aruf dan juga mencontohkan bagaimana seorang laki-laki membolehkan mempunyai istri lebih dari satu atau berpoligami dengan syarat harus adil terhadap istri-istrinya
Menurut pendapat saya film ayat-ayat cinta adalah film yang bagus dan menarik dimana kehidupan seorang mahasiswa yang kuliah di Universitas  Al-Azhar Kairo, Mesir, sebut saja Fahri. Selain menempuh pendidikan disana banyak kisah dan tantangan yang dihadapinya. Yang paling menarik menurut saya, klimaks di akhir film menceritakan bagaimana sebuah kisah cinta segitiga antara Fachri, Maria, dan Aisha yang dipadukan dengan kehidupan religiusme islam yang menitik beratkan kepada keindahan harmonisasi kehidupan beragama, sehingga ikatan cinta Fahri terbagi dalam hangatnya kasih sayang yang adil dalam berpoligami menikahi Maria setelah menikahi Aisha sebelumnya. Pernikahannya dengan Maria pun atas desakan Aisyah yang merelakan Fachri berpoligami karena Aisha mengetahui cintanya Maria kepada Fahri yang sangat mendalam, sehingga membuat Maria depresi dan sakit setelah mengetahui Fahri menikah dengan Aisha. Maka, Maria masuk Islam dan menikah dengan Fahri di masa penyembuhan Maria di pembaringan rumah sakit. Namun, hidup Maria ternyata tidak lama setelah ia menikah, dalam masa penyembuhannya, Maria menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan sang suami, Fachri dan Aisha. Kesedihan pun tak bisa dibendung dari mata mereka. Sebuah kisah cinta yang cukup menginspirasi bagi saya dan remaja lainnya dan semoga dapat mengambil hikmah dari film ini.